Deden06sttg’s Weblog

deden rizal nopawijaya home: Tegalpanjang no. 602 RT.03 RW.05 Sucinaraja-Garut 44183

Tugas Kemanan Sistem

Ditulis oleh deden06sttg di/pada Desember 21, 2009

Tugas 6

Keamanan Sistem

T. Informatika STT Garut

Materi 2 Secure Analysis

ne bagi rekan-rekan T.Inf’06 yang belum punya mentahan tugas nya…ku c’urang di upload keun…tah download tingga di klik cenah

Materi 2 Secure Analysis

Pembagian  Tugas:

No Absen Halaman Slide
1-5 3-8
6-10 9-14
11-15 15-20
16-20 21-26
21-25 27-32
26-30 33-38
31-35 39-44

Ditulis dalam Informatika | Leave a Comment »

Pengajuan Proposal Kerja Praktek

Ditulis oleh deden06sttg di/pada Oktober 6, 2009

ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (UA)

(Studi Kasus di PT. PLN  (Persero) Garut)

PROPOSAL

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Kerja Praktek

Oleh:

DEDEN RIZAL NOPAWIJAYA

NRP. 0606017

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

2009

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (UA)

(STUDI KASUS DI PT. PLN  (PERSERO) GARUT)

  1. 1. Latar Belakang Masalah

Dari tahun ketahun pengetahuan dan teknologi semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring  dengan berkembangnya teknologi tersebut, manusiapun terus berusahan untuk meningkatkan kreatifitas dan aktifitasnya. Dengan mengunakan alat yang begitu canggih yang disebut dengan teknologi komputer. Dengan kecanggihan teknologi pada abad ini pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh manusia dengan mudah dan semua bisa diatasi dengan bantuan komputer.

Di zaman sekarang ini manusia dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal ini tidak akan tercapai bila tidak didukung dengan adanya informasi yang memadai dan akurat, sebab informasi memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Perkembangan informasi yang sangat pesat ini didukung oleh suatu teknologi pendukung sistem informasi, yaitu IT (Information Technology) atau diartikan sebagai teknologi informasi. Perkembangan teknologi ini mampu mendobrak batas ruang dan waktu, artinya informasi bisa didapat oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja, sehingga perubahan informasi dapat berlangsung dengan sangat pesat.

Perkembangan teknologi dibidang informasi ini telah memasuki berbagai bidang, sehingga banyak perusahaan baik milik pemerintah maupun milik swasta yang berusaha untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Salah satunya adalah PT. PLN (Persero) Garut.

PT. PLN (Persero) Garut dimana salah satu fungsinya adalah memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat, namun dalam hal ini pelayanan yang diberikan masih memiliki kekurangan misalnya pelayanan pengolahan data pelanggan dimana data yang sudah diarsipkan sebelumnya hilang dan mengalami kerusakan pada saat data tersebut dibutuhkan, sehingga memperlambat waktu pelayanan.

Masyarakat sebagai salah satu komponen penting yang selalu menggunakan pelayanan dari PT. PLN (Persero) Garut dimana masyarakat selalu berharap mendapatkan sebuah pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu dalam mendukung peningkatan efisiensi kerja, waktu dan sumber daya manusia maka perlu dibangun suatu sistem informasi pelanggan PT. PLN (Persero) Garut agar nantinya diperoleh kemudahan dan kelancaran dalam memberikan pelayanan secara maksimal.

Dari sisi retail kegiatan dilaksanakan oleh Area Pelayanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi proses bisnis yang saling berkaitan. Model pelayanan yang dibangun adalah one stop service. Dari sisi wire kegiatan dilaksanakan oleh Area Jaringan dengan tujuan menjaga mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik. Dengan didukung oleh aplikasi sistem informasi yang berbasis teknologi mutakhir, menjadikan sistem pelayanan pelanggan PT. PLN (Persero) Garut menjadi lebih mudah, sehingga pelanggan dapat menikmati kemudahan-kemudahan proses pelayanan pelangan tersebut.

Salah satu layanan yang berbasis komputer yang terdapat di  PT. PLN (Persero) Garut adalah sistem informasi pengolahan data pendaftran pelanggan baru pada PT. PLN (Persero) Garut yang di lakukan secara langsung di PT. PLN (Persero) Garut.

Dalam menganalisis perangkat lunak atau sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah pendekatan klasik atau konvensional, pendekatan prosedural, dan pendekatan berorientasi objek.

Diantara semua pendekatan, pendekatan yang terbaru dan popular saat ini yaitu pendekatan berorientasi objek. Pendekatan ini merupakan suatu teknik yang memusatkan rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.

Kenyataannya, perancangan berorientasi objek sama seperti pendekatan lainnya memerlukan suatu pemodelan untuk menggambarkan sistem yang sedang ditinjau secara keseluruhan. Sistem yang besar dan sangat komplek memerlukan suatu teknik pemodelan dan visualisasi yang baik. Terdapat beberapa faktor berhasilnya suatu perancangan dan pengembangan sistem, salah satu faktor yang sangat penting adalah pemakaian bahasa pemodelan yang tepat.

Metode analisis yang berorientasi objek diantaranya Unified Approach (UA)  dari Ali Bahrami (1999). Unified Approach (UA) adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam Unified Approach (UA) merupakan proses-proses  terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson.  Tahap Analisis dalam Unified Approach (UA) ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.

Sehubungan dengan penjelasan di atas, penyusun tertarik untuk menggunakan Unified Modeling Language (UML) dalam menganalisis  sistem yang berorientasi objek ke dalam penelitian kerja praktek yang dilakukan di PT. PLN (Persero) Garut. Dalam penelitian ini penyusun mengambil judul “ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (STUDI KASUS DI PT. PLN  (PERSERO) GARUT)”.

2.      Identifikasi Masalah

Permasalahan yang ditemukan dalam sistem ini adalah :

  1. Apakah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut telah dapat mengakomodasi kebutuhan pengurus dalam bidang administrasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  2. Apakah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut telah dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam melakukan pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  1. 3. Tujuan penelitian

Melalui kegiatan analisis,  tujuan dari kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sistem informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut dapat melayani para calon pelanggan baru dengan baik dalam melakukan transaksi.

  1. 4. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Informasi yang diteliti adalah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  2. Menganalisis proses-proses yang terlibat dalam Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  3. Pemodelan yang digunakan adalah Unified Modelling Languge (UML).
  4. Metode analisis yang digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek menggunakan dengan Unified Approach (UA).
  1. 5. Kerangka Pemikiran

Sebuah sistem informasi memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan sebuah organisasi. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan untuk menciptakan sebuah sistem informasi yang handal adalah dengan menganalisis setiap aktivitas bisnis dari sistem sampai didapatkan gambaran dari perilaku sistem. Dengan analisis yang baik, maka akan menghasilkan sebuah gambaran sistem yang jelas sebagai source untuk tahapan selanjutnya, seperti untuk tahapan desain sampai tahapan implementasi pada aktivitas rekayasa perangkat lunak.

Penerapan konsep pengembangan sistem konvensional yang pada saat ini masih banyak dipakai, dirasakan masih memiliki beberapa kelemahan. Salah satu faktor yang menyebabkan konsep pengembangan sistem ini dipandang kurang cocok adalah ketika diterapkan pada sistem yang memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Sehingga perilaku dari sistem yang akan dikembangkan/dirancang tidak sepenuhnya dapat mewakili dari aktivitas bisnis yang sebenarnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka penulis mencoba menerapkan konsep pengembangan sistem berorientasi objek untuk diterapkan pada Sistem Informasi Pengolahan Data Pelanggan Baru yang ada di PT. PLN (Persero) Garut. Konsep pengembangan sistem berorientasi objek ini diharapkan dapat menggambarkan dan mewakili dari aktivitas bisnis sistem yang sebenarnya.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar kerangka pemikiran dibawah:

Gambar 1. Kerangka pemikiran

  1. 6. Metodologi Penelitian

Metodologi pengumpulan data merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses analisis dan pengembangan sistem. Ada pun metode yang di gunakan pada penelitian kerja praktek ini adalah sebagai berikut :

5.1 Metode Pengumpulan Data :

  1. Teknik Wawancara

Melakukan tanya jawab secara langsung kepada staf pekerja ahli dalam bidang Teknologi Informasi (TI) di PT. PLN (Persero) Garut.

  1. Studi Dokumentasi

Mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau file-file yang  berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

  1. Observasi

Mengamati kinerja perusahaan, mempelajari bagaimana proses sistem informasi data yang sedang berjalan, sehingga peneliti bisa mengetahui sejauh mana kelancaran kinerja yang ada dan dapat mengetahui informasi-informasi apa saja yang dihasilkan dan informasi apa yang akan diidentifikasi.

  1. Studi Kepustakaan

Mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku yang berkaitan dengan masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitidadwan.

5.2  Metode Analisis

Metode analisis yang akan digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA)  dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses  terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson.  Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:

Gambar Tahap Analisis UA

Keterangan:

  • Identifikasi Aktor

Tahap menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem

  • Pengembangan  Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas

Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktifitas dan menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use case

  • Pengembangan Diagram Interaksi

Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain.

  • Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method

Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya.

  • Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya.

Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka  kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka tahap analisis selesai.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Amsyah,Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama: Jakarta,2000.
  2. Jogianto Hartono, ”Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Aplikasi Bisnis”, Ed.2.,Cet.1, Andi Yogyakarta, 1999.

Ditulis dalam Informatika, Karya Ilmiah | Leave a Comment »

Ponsel Ber-HSDPA Paling Murah

Ditulis oleh deden06sttg di/pada November 27, 2008

Kemampuan ponsel dalam menjembatanipenggunaanya mengakses alam maya kian lama semakin handal. Jika dulu sebatas mengandalakan jaringan CSD/HSCSD ataupun GPRS, kini sudah bisa memafaatkan kanal transfer data berkecepatan tinggi via network 3G/HSDPA.

Bila dijabarkan secara teoritis, kecepatan transfer datanya melonjak dari 14,4 Kbps menjadi 3,6 Mbps. Angka peningkatan yang fantastis. Nah, bagi yang hobi berselancar di dunia maya lewat ponsel atau ingin memanfaatkan ponsel sebagai modem internet PC, alangkah idealnya bila memakai ponsel berkemampuan internet bagus.

Ponsel yang memenuhi syarat untuk ‘aksi’ tersebut salah satunya ponsel berteknologi HSDPA. Banyak ponsel jenis ini dijumpai di pasaran, dengan harga beragam. Agar tak terlampau menguras kantung untuk sekedar berinternetan-ria, berikut di sajikan daftar ponsel ber-HSDPA termurah yang bisa dijadikan pilihan

Sony Ericsson G502i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 1.490.000,-

Desain relatif ‘biasa’, malah terkesan plastik. Namun kesan solid masih bisa terlihat. Kemampuan internetannya terbilang bagus, kencang dan relatif stabil. Termasuk saat dipakai sebagai modem internet PC

Sony Ericsson K630i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 1.525.000,-

Untuk layar memang kalah apik dari G502i. tapi untuk urusan bentukan bodi K630i terlehat lebih oke. Dukungan teknologi browser maupun jaringan setara dengan G502i. Cuma, K630i dilengkapi kamera sekunder CIF untuk mengakomodasi layanan video call

Sony Ericsson K660i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 1.835.000,-

Ponsel ini terlihat fungky. Pasalnya bodi berbalut corak warna atraktif semisal kombinasi pitih-hijau. Performa koneksi internet hampir setara kerabatnya diatas. Untuk kamera di lengkapi dengan 2 Megapiksel dan VGA, guna video call.

Sony Ericsson Z770i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 1.900.000,-

Desain dasarnya lipat, dengan bodi ramping plus layar internal lapang yang nyaman di pakai browsing alam maya.

Sony Ericsson T700i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 2.500.000,-

Ini merupakan ponsel HSDPA terbaru keluaran Sony Ericsson. Desainnya ramping, dengan kemampuan internet yang lumayan oke. Serupa beberapa kerabat diatas, T700i dibekali browser NetFront untuk koneksi internet.

Sony Ericsson W760i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 2.550.000,-

Tak sebatas ahli internet, memainkan music pun piawai, bahkan ponsel Wolkman W760i ini dilengkapi dengan perangkat GPRS internal, yang mampu dipakai sebagai alat pandu navigasi

Nokia 6120 Classic

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 1.975.000,-

Inilah pons el ber-HSDPA termurah keruaran dari nokia. Aksi jelajah internet lewat ponsel terukur cepat. Halnya agar kinerja browsernya optimal, harus lebih dulu mengset pengaturan bahasa ke bahasa inggris. Performa layarnya ciamik, lewat LCD TFT 16 juta warna.

Nokia E51i

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 2.550.000,-

Yang satu ini memang didekasikan sebagai ponsel bisnis. Jadi, kemampuan berinternetan menjadi salah satu kelebihannya. Sistem operasi Symbian, koneksi Wi-Fi serta kamera 2 Megapiksel merupakan keunggulan lain dari nokia E51i

Samsung F330

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 2.275.000,-

Selain pintar mengarungi alam raya juga piawai memainkan music juga mamapu mengakomodasi layanan popoler 3G yakni Video Call. Kekurangannya sulit untuk mengakses halaman web html saat browsing lewat ponsel.

Samsung U700

Dengan bandrol harga akhir nopember RP. 2.375.000,-

Tak hanya network HSDPA yang jadi andalan, melainkan sektor desain yang elegan. Kameranya ganda yakni 3,15 Megapiksel dan VGA. Untuk akses situs lewat ponsel terukur optimal, dimana halaman web bisa di buka dengan mudah. Untk dijadikan modem baiknyamemakai konektor kabel data plus software PC Suite.

Sumber: Koran Pulsa edisi 27 Nopember – 10 Desember 2008

Ditulis dalam Kewirausahaan, Pengatahuan Populer | 1 Komentar »

Hijau daun_suara (berharap)

Ditulis oleh deden06sttg di/pada November 25, 2008

Disini aku masih sendiri

Merenungi hari-hari sepi

Aku tanpa mu, masih tanpa mu

Bila esok hari datang lagi

Ku coba tuk hadapi semua ini

Meski tanpamu…oo….meski tanpa mau

Bila aku dapta bintang yang berpijak

Mentari yang tenang bersama ku disini

Ku dapat tertawa menangis merenung

Ditempat ini aku bertahan

Suara dengarkanlah aku

Apa kabarnya pujaan hatiku

Aku disini menunggunya

Masih berharap di dalam hatinya

Suara dengarkanlah aku

Apakah aku slalu dihatinya

Aku disini menunggunya

Masih berharap di dalam hatinya

Dan aku masih tetap disini

Ku lewati semua yang terjadi

Aku menunggumu…ooo…aku menunggu

Ditulis dalam Kegiatan Ku, Pengatahuan Populer, Taxt Lagu | Leave a Comment »

Konsep Dasar Pemrogramam Logik

Ditulis oleh deden06sttg di/pada November 24, 2008

· Pemrograman logic/ deklaratif

· Ciri pemrograman logic

· Awal pemrograman logic

· Konstruktor program logic

o Fakta

o Query

o Aturan (rules)

Pemrograman logik/ deklaratif

· Adalah pemrograman yang berdasarkan kepada deklarasi fakta dan aturan

· Berdasarkan fakta dan aturan yang disimpan dalam program, pemakai dapat melakukan query untuk jawaban yang merupakan komputasi dari program logik tersebut

Ciri pemrograman logik

· Tidak berfikir dalam urut-urutan operasi komputer seperti pada pemrograman prosedural, tapi menyatakan program dalam bentuk “deklarasi”

· Knowladge dan asumsi sudah cukup untuk menyelesaikan persoalan jika dinyatakan secara eksplisitsebagai aksioma logik

· Program logik dieksekusi dengan memberikan padanya sebuah prblem yang dinyatakan dalam pernyataan logik yang di sebut goal statement

· Eksekusi program adalah usaha untuk membuktikan goal benar, dengan asumsi (berupa fakta, aturan) yang ada pada program

Awal pemrograman logik

· Kowalski dan Colmerauer mencanangkan interpretasi prosedural dari Klausa Horn:

Aksioma: A if B1 and B2 and … and Bn

Dapat ditulis sebagai prosedur:

o A adalah prosedure head

o Bi adalah Body

o A benar, jika B benar

· Jadi pada pemrograman logik

o Program adalah sebuah himpunan aksioma/aturan yang mendefinisikan hubungan antar objek

o Komputasi program adalah pembuktian dari goal yang diberikan pada program

o Sebuah program mendefinisikan konsekuensi yang merupakan arti dari program itu

Konstruksi program logik

· Fakta

· Rules (aturan)

· Query

Aturan, fakta dan query adalah Klausa Horn

Fakta

· Adalah kalimat sederhana untuk menyatakan relasi antar objek

· Fakta dalam pemrograman logik dituliskan sebagai predikat

· Hanya fakta yang benar yang dimasukan ke dalam basis data dalam suatu program deklaratif

· Faktra yang benar tersebut dienumerasi satu per satu dan harus sesuai dengan dunia nyata yang diprogram

· Contoh:

1. {Ayah (X,Y): X adalah ayah dari Y}

Ayah (philips, charles)

Ayah (charles, harry)

2. {Ibu (X,Y) adalah benar, jika X adalah ibu dari Y}

Ibu (elisabeth, charles)

Ibu (diana, william)

3. {Pria (X)L jika X adalah pria}

Pria (philips)

Pria (charles)

4. {Perempuan (X): X adalah perempuan}

Perempuan (elisaneth)

Perempuan (diana)

5. {Suka (X,Y) benar, jika S suka Y}

Suka (sinta, kacang)

Suka (sinta, kripik)

Suka (ali, kripik)

Suka (ali, sinta)

6. {plus (N,M,S) benar, jika N ditambah M adalah S}

Plus (2,3,5)

Plus (3,4,7)

7. {jadwal (K,D,T,J1,J2) benar, jika kereta api bernomor K bernagkat dari kota D menuju ke T pada jam J1 dan akan tiba di kota T pada J2}

Jadwal (P101, Bandung, Jakarta, 05:00, 7:40)

Jadwal (P102, Bandung, Jakarta, 06:00, 7:40)

Jadwal (M101, Bandung, Surabaya, 17:45, 6:00)

Jadwal (P201, Jakarta, Bandung 05:30, 8:10)

Jadwal (P202, Jakarta, Bandung 06:30, 9:10)

Jadwal (P101, Surabaya, Bandung 06:00, 6:00)

8. {tanggal (d,m,y benar, jika adalah sebuah “tanggal” dengan tanggal d, bulan m, dan tahun y}

Tanggal (1,1,1995)

Tanggal (31,1,1995)

Tanggal (28,2,1994)

Tanggal (31,12,1993)

· Setiap nilai parameter dari FAKTA mempunyai domain tertentum berupa:

Numerik (integer, real)

Konstanta simbolik (nama)]list (bentuk spesifik yang terdiri dari sebuah elemen yang disebut head dan sisanya adlaah list yang disebut sebagai tail. List dituliskan dengan [X|Xs].

Query

· Adalah cara untuk memperoleh informasi dari sebuah program deklaratif

· Menanyakan apakah suatu relasi tertentu dipenuhi anatar objek

· Ditulis dengan tanda tanya

· Contoh : Ayah (philips, charles)?

(jawaban : YES)

Simple Query

· Terdiri dari 1 goal P

Fakta P

= Query P? menyanyakan apakah P benar

· Contoh

Fakta

- Ayah (philip, charles)

- Ibu (elisabeth, charles)

Query

- Ayah (philips, charles)?

- Ibu (elisabeth, charles)?

Logical variables

· Logical variabel adalah indibidu yang belum di tentukan secara spesifik

· Contoh:

= suka (sinta, X)?

X = kacang, X = kripik

= plus (X,Y,4)?

(X=0, Y=4)

(X=1, Y=3)

· Variabel sangat berguna untuk menyatakan fakta yang banyak

· Contoh:

Suka (alin, nasi) {ali suka nasi}

Suka (X, nasi) {semua orang suka nasi}

Suka (X,X) {semua orang suka pada dirinya sendiri}

Kali (O,X,O) {bilangan berapapun dikalikan nol, hasilnya nol}

Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »