Deden06sttg's Weblog

Arsip untuk ‘Organisasi’ Kategori

BAB Pendahuluan dalam Membuat Suatu Karya Ilmiah

Posted by deden06sttg pada November 24, 2008

Pendahuluan adalah bab pertama dari karya tulis yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti. Untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu, bab pendahulian ini pada dasarnya memuat;

· Latar belakang masalah

· Rumusan masalah

· Pembatasan masalah

· Tujuan penelitian

Latar Belakang Masalah

Pada bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, naik kesenjangan teoritis ataupun kesenjangan praktis yang melatar belakangi masalah yang diteliti. Pada latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil penelitian, kesimpulan seminar, dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman-pengalaman pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapatkan landasan berpijak yang lebih kokoh

Rumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.

Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakan variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkan data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Pembatasan Masalah

Agar pemaslahan tidak melebar, maka perlu pembatasan yang akan berkaitan dengan teori rumusan masalah yang akan menampakan variabel yang diteliti. Dengan adanya pembatasan masalah, jenis atau sifat hubungan antara variabel yang timbul dalam perumusan masalah, dan subjek penelitian semakin kecil ruang lingkupnya. Dengan demikian, pembatasan masalah sangat membantu penelitian untuk mengalirkan instrumen penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Masalah penilitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan

Klo meemang anda di tugaskan juga tentang membuat BAB PENDAHULUAN dan anda juga harus membuat dalam bentuk Power Poinnya sebagai bahan buat presentas, anda gak usah bingung langsung aja download di bawah ini…GRATISSSSS…..

bab-pendahuluan

Ditulis dalam Karya Ilmiah, Kegiatan Ku, Organisasi, Pengatahuan Populer | Tinggalkan sebuah Komentar »

Belajar Berpidato

Posted by deden06sttg pada November 6, 2008

Kadang kali kita harus juga tau dan harus bisa berpidato za…sekiranya saja kita tiba-tiba disuruh untuk berpidato tanpa kita sadari sebelumnya dan mungkin ynag terjadipun yang kita tidak inginkan…gakmau kan apabila terjadi hal seperti itu yang akhir-akhirnya akan membuat diri kita semakin terpuruk

maka dari itu saya disini coba untuk unkapkan sedikit mukodimah untuk berpidato…za kecil-kecilan aja za…

ini bacaan atai doa yang suka dimulai berpidato di denpan umum bagi orang muslim tentunya

Inal hamdalilah nahmaduhu wanastainuhu wanastagpiruhu wanuudubillahi mingsyururi anfusina famin syaiati amalina mayah dilahufala mudilalah waman yudlilhu fala hadialah

Ashaduala ilaha illalah wa’ashaduannamuhamadan abduhu warosuluh

Segala puji serta syukur kita panjatkan kepada dzat yang telah menciptakan manusia dari suatu hinna dina dan menciptakan mahluk dengan kesempurnaan yang tiada taranya tak lupa solawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada sang idola seluruh umat muslim sedunia yaitu sang pelopor revolusi dunia dialah Nabi Muhammad salaulohu alaihi wasalam kepada keluarganya, sahabatnya, tabainit tabaut tabiin dan sampaikanlah kepada kita yang mengikutu jejak langkah beliau

Terimakasih kepada saudara/saudari….yang telah membacakan….

Supaya bermanfaat khusus bagi dirinya sendiri umumnya bagi kita semua

Dari awal sampai akhit ini telah kita lewati semoga ketemu lagi lain waktu

untuk selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan agenda acara yang sedang dan akan di kerjakan, moga aja bisa membantu za….trmz

Ditulis dalam Kewirausahaan, Organisasi, Pengatahuan Populer, Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »

Donor Darah MAPALA STT-Garut [peduli]

Posted by deden06sttg pada Juni 8, 2008

ABSTRAKSI

Orang liat darah saja sudah takut. Apalagi, kalau ikut seta dalam acara donor darah

“Waduh, kalau saya ikutan donor darah, nanti darah saya berkurang dong”

Ada banyak pengakuan dari orang yang sudah donor darah, seperti:

· Mengaku mengalami kenaikan berat badan

· Ada yang bilang sembuh dari penyakit alergi yang di derita telah lama

· Ada juga yang bilang kalau donor jangan hanya dilakukan sekali saja, tapi harus sering dilakukan supaya tekanan darahnya tidak naik

Dari sudut medis tindakan menyumbang darah merupakan kebiasaan baik bagi kesehatan pendonor. Salah satunya, dengan berdonor darah secara teratur berarti Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur pula. Karena memang sebelum mendonorkan darah orang harus lebih dulu diperiksa kesehatannya secara lengkap. Banyak penyakit yang terkadang tidak bergejala, seperti tekanan darah tinggi ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan rutin, yakni dalam selang waktu minimal 56 hari sekali. Jadi, tidak benar bila dikatakan sekali mendonorkan darah kita harus terus-terusan menjadi donor agar tidak terjadi hipertensi (tekanan darah tinggi). Yang benar, itu tadi, bila dilakukan secara teratur, kesehatan kita akan diperiksa secara teratur pula melalui pemeriksaan sebelum berdonor.

Darah yang kita sumbangkan dapat expired (kedaluwarsa) bila tidak terpakai. Sel-sel darah merah harus digunakan dalam 42 hari. Platelet harus digunakan dalam 5 hari, dan plasma dapat dibekukan dan digunakan dalam jangka waktu 1 tahun. Selain itu, donor darah akan membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Penelitian menunjukkan, mendonorkan darah akan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Walau masih perlu penelitian lagi untuk memastikannya, kelebihan zat besi diduga berperan menimbulkan kelainan pada jantung. Kelebihan itu akan membuat kolesterol jahat (LDL) membentuk aterosklerosis (plak lemak yang akan menyumbat pembuluh darah). Menurunnya angka masalah penyakit jantung terutama terlihat pada para pendonor yang tidak merokok.

Pada wanita yang telah mengalami menopause, kadar zat besi dalam darahnya lebih tinggi dibandingkan dengan saat masih haid. Itu karena zat besi dikeluarkan pada saat menstruasi. Jadi pada wanita menopause, zat besi yang terlalu banyak dapat dikeluarkan dengan cara mendonorkan darah.

Jika donor darah dilakukan 2-3 kali setahun, atau setiap 4 bulan sekali, diharapkan kekentalan darah berkurang sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Sistem produksi sel-sel darah juga akan terus terpicu untuk memproduksi sel-sel darah baru yang akan membawa oksigen keseluruh jaringan tubuh. Sirkulasi darah yang baik akan meningkatkan metabolisme dan merevitalisasi tubuh.

Siklus pembentukan sel-sel darah baru yang lancar dan metabolisme tubuh yang berjalan baik, membuat berbagai penyakit dapat dihindarkan. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa menyumbangkan darah akan membuat seseorang sembuh dari penyakit alergi.

Selama 24 jam setelah berdonor, volume darah akan kembali normal. Sel-sel darah akan dibentuk kembali dalam waktu 4-8 minggu. Jadi, pendonor tidak perlu khawatir akan kekurangan darah. Menyumbang darah sama sekali tidak akan mengurangi kekuatan tubuh.

Bahkan, orang yang sekali waktu pernah didiagnosis menderita anemia (kurang darah), bila kondisinya sudah membaik dapat saja kemudian mendonorkan darahnya. Seseorang yang didiagnosis anemia, bukan berarti ia akan anemia seumur hidup.

Untuk batasan usia sebab ada pendapat, mereka yang usianya kurang dari 21 tahun atau lebih dari 65 tahun tidak dapat menjadi pendonor. Sesungguhnya, orang yang berusia antara 17-75 tahun dapat melakukannya. Malah, setelah berusia lebih dari 75 tahun pun, bila dinyatakan sehat dan diizinkan oleh dokter yang bersangkutan masih dapat berdonor.

Sumber materi dari sebuah artikel yang di buat oleh dr. Sonia Grania Wibisono

ini Foto-fotonya…..

Ditulis dalam Kegiatan Ku, Organisasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.