Deden06sttg's Weblog

SISTEM FUZZY

Posted by deden06sttg pada Oktober 23, 2008

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat memutuskan sesuatu masalah dengan jawaban sederhana yaitu “Ya” atau “Tidak“. Sebagai contoh, untuk menyatakan seseorang berbadan “tinggi“, amat bersifat relatif. Demikian juga untuk mengatakan warna “abu-abu” yang merupakan campuran antara warna hitam dengan putih.

Selama beberapa dekade yang lalu, himpunan fuzzy dan hubungan dengan logika fuzzy telah digunakan pada lingkup domain permasalahan yang cukup luas. Lingkup ini antara lain mencakup kendali proses, klasifikasi dan pencocokan pola, manajemen dan pengambilan keputusan, riset operasi, ekonomi, dll. Sejak tahun 1985, terjadi perkembangan yang sangat pesat pada logika fuzzy tersebut terutama dalam hubungannya dengan penyelesaian masalah kendali, terutama yang bersifat non-linear, ill-defined, time-varying, dan yang sangat kompleks.

Logika biner 0 atau 1 dasarnya berfikirnya adalah dari filsuf Aristoteles yang mengajarkan hukum berfikir bahwa sesuatu pernyataan dapat tergolong benar atau salah. Logika biner hanya mengenal on atau off, hidup atau mati, gelap atau terang, benar atau salah. Tidak ada yang samar-samar, tidak ada abu-abu yang ada hanya hitam atau putih. Jika tidak 1 maka 0, jika tidak gelap berarti terang dan ini adalah sesuatu yang logis. Dan ini juga yang menjadi dasar perkembangan teknologi digital saat ini. Jika menggunakan logika biner, pertanyaan sang kancil diatas tentu tidak ada ujungnya.

Logika fuzzy pertama kali diformulasikan dalam sebuah seminar oleh Lotfi. A Zadeh dari University of Califonia, Berkeley tahun 1965. Metode ini diformulasikan dalam rangka mencari nilai tengah antara bilangan Aristoteles 0 dan 1. Hal itu seiring dengan usaha untuk membuat komputer yang bekerja seperti cara manusia berfikir. Sebab komputer pada dasarnya adalah sebuah mesin hitung yang tidak berfikir. Sebelumnya Plato sudah mencetuskan ide adanya daerah ketiga diantara benar dan salah. Ini yang menjadi dasar logika fuzzy yang memformulasikan bilangan antara 0 dan 1 atau lebih tepat antara 0.0 dan 1.0. Sebagai contoh bagaimana logika fuzzy diformulasikan, misalnya pernyataan tentang tinggi badan seseorang. Misalnya ditentukan batasan-batasan mutlak, bahwa jika tinggi badan dibawah 150 cm maka sebut pendek (mutlak) dan jika di atas 170 cm dikategorikan tinggi (mutlak). Tentu mesti ada satu cara untuk menyatakan agak pendek, sedang dan agak tinggi dan lainnya diantara tinggi dan pendek. Secara matematis penyataan ini dapat diformulasikan dengan tingkat ketinggian (x) = {0, jika tinggi (x) 170 cm}

Tulisan selengkapanya klik aja ini….sistem-fuzzy

Semoga Bermamfaat….Amiiiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: