Deden06sttg's Weblog

Proposal Tugas Akhir

Posted by deden06sttg pada Mei 22, 2010

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK

BERORIENTASI OBJEK

(Studi Kasus di Bina Informatika Dan Computer (BIC) Garut) 

 

 

 

PROPOSAL

 

 

Tugas Akhir

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan

Program Sarjana Strata 1

 

 

 

Disusun Oleh:

DEDEN RIZAL NOPWIJAYA

NPM. 0606017

 

 

 

 

 

 

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

2010 

 

PROPOSAL

 

1.1              Latar Belakang

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini khususnya teknologi informasi yang berbasis komputer dirasakan telah berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan karena komputer merupakan salah satu alat bantu manusia yang digunakan dalam proses pengolahan data, baik di bidang pendidikan, kesehatan, instansi pemerintah, swasta maupun badan usaha lainnya. Faktor utama yang mendukung dari penggunaan komputer oleh banyak instansi pemerintah maupun swasta lainnya yaitu untuk menghasilkan pengolahan data atau informasi dengan cepat, tepat dan akurat.

Kemajuan pesat teknologi komputer didalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, bisnis, administrasi perkantoran, komunikasi dan lain-lain kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan memegang peranan penting yang cukup besar di negara kita ini dalam proses pembangunan secara menyeluruh.

Di Indonesia ditemukan banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi komputer. Peranan komputer dapat membantu memecahkan permasalahan manajemen seperti telah dibuktikan pemakaiannya di negara-negara maju. Peranan komputer didalam pemecahan masalah ini sangat penting dalam mengolah data.

Sehubungan dengan pentingnya data untuk mendapatkan informasi yang akurat dari segala bidang, maka dalam hal ini penulis membuat suatu permasalahan dalam bidang pendidikan terutama dalam hal pengolahan data informasi administrasi pendidikan yang mencakup berbagai masalah dalam hal ini mengenai data jumlah siswa yang kursus. Sumber data yang penulis ambil adalah pada lembaga pelatihan dan pendidikan pada Bina Informatika dan Computer (BIC) Garut.

Dimana lembaga kursus ini mengolah berbagai materi yang disajikan seperti menguasai Ms.Office, Desainer Grafis, Teknisi Komputer dan juga Computer and English. Oleh karena itu, untuk dapat menorganisir data tersebut secara tepat, cepat dan akurat diperlukannya sebuah Sistem Informasi yang terkomputerisasi yang mampu menyediakan data-data yang diperlukan tersebut secara  akuntable.

Dalam menganalisis perangkat lunak atau sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah pendekatan klasik atau konvensional, pendekatan prosedural, dan pendekatan berorientasi objek.

Diantara semua pendekatan, pendekatan yang terbaru dan popular saat ini yaitu pendekatan berorientasi objek. Pendekatan ini merupakan suatu teknik yang memusatkan rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.

Metode analisis yang berorientasi objek diantaranya Unified Approach (UA)  dari Ali Bahrami (1999). Unified Approach (UA) adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam Unified Approach (UA) merupakan proses-proses  terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson.  Tahap Analisis dalam Unified Approach (UA) ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.

Untuk melanjutkan ketahap desain maka di perlukan juga bahasa pemograman yang berorientasi objek. Dalam hal ini penulis mencoba merancang dengan menggunakan bahasa pemrograman Java karena bahasa pemograman Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berorientasi objek dan juga Java merupakan develpment tool yang fleksibel dan powerful. Salah satu keunggulannya adalah platform independence. Maksud dari platfrom independence adalah program yang kita tulis tidak tergantung pada sistem operasi saat program tersebut dibuat. Java dibangun dengan kekuatan C++. Java mengambil fitur-fitur terbaik dari C++ dan menghilangkan permasalahan yang ada. Java memiliki fitur garbage collection (menajemen memori secara otomatis), multithreading (kemampuan untuk melakukan sesuatu lebih dari satu pada saat bersamaan) dan keamamanan yang lebih baik. Sehinggan Java menjadi pemograman yang sederhana, elagan, powerful dan mudah digunakan.

Untuk mengembangkan aplikasi berbasis Java diperlukan Java Develompent Kit (JDK). Saat ini JDK telah mencapai versi 2 yang dikenal dengan Java 2 Platfrom. dan yang penulis gunakan disini adalah Java 2 Stabdard Edition (J2SE).

Pada karya ilmiah ini penulis mencoba menerapkan konsep-konsep diatas pada perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Data Kursus di lingkungan Bina Informatika dan Computer  (BIC) Garut dengan judul karya Ilmiah “PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN PENGEMBANGAN SISTEM BERORIENTASI OBJEK (Studi Kasus di Bina Informatika Dan Computer (BIC) Garut)”.

1.2              Identifikasi Masalah

Penggunaan sistem yang ada saat ini di Bina Informatika dan Computer (BIC) Garut banyak menimbulkan permasalahan-permasalahan yang cukup kompleks. Dan tebtu saja masalah-masalah ini berdampak pada proses manajerial Lembagaa.

Penerapan sistem informasi akademik yang penulis maksud pada latar belakang tidak luput dari berbagai permasalahan-permasalahan yang akan penulis coba pecahkan dalam penelitian ini. Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah :

  1. Belum adanya sistem informasi akademik yang terkomputerisasi.
  2. Proses penyeleksian dan penyortiran data kursus dan tenaga kependidikan masih sulit sehingga menghambat pada proses pengambilan keputusan dan perencanaan ke depan.
  3. Belum adanya sistem pengawasan yang komprehensif sehingga evaluasi pada data dan kinerja lembaga dan tenaga kependidikan masih belum optimal.

 

1.3              Tujuan

Dalam sebuah penelitian pasti ada sebuah tujuan atau sasaran (Goal) yang hendak dicapai, begitu juga dalam karya ilmiah ini. Penulis bertujuan untuk :

  1. Manganalisis Sistem Informasi Akademik di Bina Informatika dan Computer (BIC) Garut yang sedang berjalan menggunakan Objek Oriented.
  2. Merancang sebuah Sistem Informasi Akademik untuk manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Bina Informatika dan Computer (BIC) Garut

 

1.4              Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan dalam penelitia ini adalah:

  1. Metode analisis yang digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek menggunakan dengan Unified Approach (UA).
  2. Perancangan sistem informasinya menggunakan Teknologi Java 2 SE dengan perpaduan data base dengan menggunakan MySQL.
  3. Objek Penelitian di Bina Informatika dan Computer (BIC) Garut.
  4. Pengembangan sistem meliputi

–          Data Siswa

–          Data Pengajar

–          Data Mata Pelajaran

–          Data Nilai

1.5              Kerangka Pemikiran

Akses data dan Informasi yang dilakukan secara Manual mengakibatkan dampak yang cukup signifikan pada kualitas manajemen suatu perusahaan atau lembaga. Proses yang manual seperti inilah yang selama ini menjadi current system  di lingkungan LPK Bina Informatika dan Computer (BIC)  Garut khususnya pada Pengolahan Data Siswa. Oleh karena itu, diperlukannya sebuah Sistem Informasi yang dapat menggantikan system manual tersebut sehingga akses pada data dan informasi lebih cepat, tepat dan akurat. Dengan begitu, kualitas manajemen data dan informasi lebih berkualitas.

Adapun proses yang direncanakan untuk perancangan system informasi pengolahan data kursus dapat dijelaskan pada gambar 1.1.

Pendefinisian masalah yang akan diselesaikan
Analisis kebutuhan sistem
Perancangan dan Pemodelan sistem dengan berorientasi Objek
Sistem yang diusulkan
Pendeskripsian solusi untuk sistem
Implementasi sistem
Perancangan sistem basis data dan user interface dengan 

JAVA 2 SE

Basis Data
Sistem yang 

berjalan

Gambar 1.1  Proses Perancangan Sistem

1.6              Metode Penelitian

  1. Metode Pengumpulan data

Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1.  
    1. Wawancara

Wawancara dilakukan terhadap stakeholder yang terkait dengan sistem.

  1.  
    1. Observasi lapangan

Selain wawancara, penulis juga mengamati secara langsung bagaimana setiap prosedur berlangsung, sehingga dapat diketahui aktifitas bisnisnya yang nantinya akan dimodelkan.

  1.  
    1. Studi kepustakaan

Selain itu, penulis juga mempelajari petunjuk ataupun referensi berupa buku, dokumen, pedoman ataupun formulir tentang bagaimana proses maupun prosedur pada kegiatan akademik dilakukan sebagai bahan untuk melakukan analisis dan desain.

  1. Metode Pengembangan Sistem
    1. Metode Analisis Sistem

Dalam menganalisis sistem, penulis menggunakan  metodologi Unified Approach (UA) sebagai salah satu metodologi yang terdapat pada konsep pengembangan sistem berorientasi objek. Adapun tahapan dari  metodologi Unified Approach (UA) adalah sebagai berikut:

  1.  
    1. Mengidentifikasi users/actors yang akan menggunakan sistem.
    2. Memodelkan business process menggunakan Activity diagrams.
    3. Mengidentifikasi Use Case menggunakan Use-case diagrams
    4. Mengembangkan Use Case yang telah teridentifikasi dengan Interaction diagrams, diantaranya menggunakan:

1).    Sequence diagrams

2).    Collaboration diagrams

  1.  
    1. Membuat klasifikasi menggunakan Class diagrams berdasarkan Use-case diagrams dan Interaction diagrams dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1).    Mengidentifikasi clasess

2).    Mengidentifikasi relationships

3).    Mengidentifikasi attributes

4).    Mengidentifikasi methods

  1. Metode Desain Sistem

Pada tahapan desain sistem pada penelitian ini penulis menggunakan metodologi design Unified Approach (UA) yang terdiri dari beberapa tahapan di bawah ini :

  1. Menerapkan desain Axiom pada design Class, beserta atribut-atributnya, method, asosiasi, struktur dan protokolnya.

1).    Memperbaiki dan melengkapi Diagram Class diagram dengan manambahkan rinciannya. Tahap ini meliputi aktivitas-aktivitas di bawah ini :

¨      Memperbaiki Atribut

¨      Mendesain method dan protokol

¨      Memperbaiki asosiasi antar kelas

¨      Memperbaiki hirarki kelas

2).    Iterasi dan perbaikan ulang

  1. Mendesain akses layer

1).    Membuat Mirror class.

2).    Mengidentifikasi Class relationship pada layer akses.

3).    Menyederhanakan beberapa kelas beserta relasinya. Tujuanya untuk mengeliminasi kelas dan struktur yang sama (redundant)

¨      Kelas yang redundant : menghilangkan dua atau lebih kelas yang sama pada kegiatan translate request  dan translate result.  Menyederhanakan dengan memilih salah satu dan mengelimunasi kelas yang lain.

¨      Kelas Method : meninjau kembali kelas-kelas berada pada satu atau dua method yang memungkinkan dikombinasikan atau dieleminasu denagn kelas yang lain.

4).    Iterasi dan perbaikan kembali

  1. Mendesain tampilan layer kelas

1).    Mendesain interface untuk level macro, mengidentifikasi tampilan layer beberapa objek.

2).    Mendesain interface untuk level micro, dengan mengikutsertakan aktivitas-aktivitas objek.

¨      Mendesain tampilan layer objek dengan menerapkan desain axiom dan Corollaries.

¨      Membangun prototype dari tampilan layer interface.

3).    Mengecek kebutuhan user

4).    Iterasi dan perbaikan ulang

  1. Iterasi dan perbaikan keseluruhan desain. Menerapkan kembali desain axiom (jika diperlukan) dan tahapan-tahapan sebelumnya.

 

1.7              Sistematika Penulisan

Agar pembahasan pada penyusunan Tugas Akhir ini tersusun secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh pembaca, maka penulis membaginya ke dalam beberapa Bab dengan Sistematika sebagai berikut :

BAB I    PENDAHULUAN

Bab ini akan di bahasa mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, kerangka pemikiran, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II   LANDASAN TEORI

Bab ini akan di bahasa mengenai teori dari berbagai sumber yang digunakan sebagai referensi baik didalam kegiatan analisis maupun perancangan untuk menyelesaikan permasalahan dari studi kasus yang dipilih. Serta memuat konsep-konsep dasar yang menjadi guidlines sehingga aktivitas analisis maupun desain  sesuai dengan aturan-aturan yang baku.

BAB III ANALISIS SISTEM

Bab ini akan di bahasa mengenai analisis yang menggambarkan dari current systems dengan menggunakan metodologi Object Oriented yang merupakan bagian dari konsep pengembangan sistem berorientasi objek. Pada Bab ini dibahas mulai dari mengidentifikasi Users/Actors, Memodelkan Bussines proses,  Mengidentifikasi dan mengembangkan Uses case, hingga membuiat klasifikasi berdasarkan kelas menggunakan Use case diagram. Selian itu, pada Bab ini dibahas pula mengenai teknologi Java 2 SE.

BAB IV DESAIN SISTEM

Bab ini akan di bahasa mengenai perancangan sistem kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan dan merupakan hasil dari penyelesaian permasalahan serta saran-saran dari penulis yang berkaitan dengan kegiatan analisis menggunakan metodologi berorientasi Objek serta perancangan Sistem Informasi terdistribusi menggunakan Teknologi Java 2 SE.

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini akan di bahasa mengenai kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan dan merupakan hasil dari penyelesaian permasalahan serta saran-saran dari penulis yang berkaitan dengan kegiatan analisis menggunakan metodologi berorientasi Objek, serta proses perancangannya yang merupakan Implementasi teknologi Java 2 SE.

DAFTAR PUSTAKA

Berisi kumpulan literature, referensi serta rujukan yang dipakai dalam menyusun penelitian tugas akhir ini.

Daftar Pustaka

Amsyah, Zulkifli., “Manajemen Sistem Informasi”., PT. Gramedia Pustaka Utama., Jakarta., 2005.

Bahrami, Ali., ”Object Oriented Systems Development”., The McGraw-Hill Book Co., Singapore., 1999.

Booch, Grady; Jacobson, Ivar; and Rumbaugh, James., ”The Unified Modeling Language User Guide”., Addison Wesley Longman, Inc., Massachusetts., 1999.

Fatansyah, Ir., “Basis Data”., Informatika., Bandung.,1999.

Kadir, Abdul., ”Dasar Pemrograman Java 2”., Andi Offset., Yogyakarta., 2004.

Sommerville, Ian., “Software Engineering”., Penerbit Erlangga., Jakarta., 2005.

Valley, Scotts., ”Building Applications with Jbuilder”., Borland Software Corporation., California., 1997.

______ . ”Getting Started with Java”., Borland Software Corporation., California., 1997.

Posted in Informatika, Karya Ilmiah | Leave a Comment »

Nexian NX- G381i Vs Nexian NX-G788

Posted by deden06sttg pada Mei 8, 2010

Nexian NX-G381i

Nexian NX-G381i adalah handphone terbaru keluaran Nexian. Nexian NX-G381i adalah produk hasil kerjasama dengan Telkomsel pada ulang tahunnya yang ke 15. Dijual satu bundle dengan Kartu As Telkomsel, dengan harga cukup murah yaitu sebesar Rp. 299.000,- (belum termasuk PPN).

Nexian messenger, Facebook, Twitter dan fitur menarik lainnya melengkapi Nexian NX-G31i ini, seperti kebanyakan handphone terbaru akhir-akhir ini. Tidak pula ketinggalan Radio FM dan Mp3 Player di sematkan melengkapi fitur terkini tersebut.

Berikut ini Spesifikasi dan Harga Nexian-G381i

NEXIAN NX-G381i

NEXIAN NX-G381i

Spesifikasi Nexian NX-G381i

* Jaringan: Dual GSM 900/1800 MHz

* Layar: Colour LCD

* Multimedia: MP3 Player, FM Radio

* Konektifitas: GPRS

* Memori: External Memory

* Fitur Lain: Chatting Applications, Facebook , Twitter, Handsfree, Multi Language Indonesia English

Harga Nexian NX-G381i

* Harga Nexian NX-G381i : Rp. 299.000,- (belum termasuk PPN)

Nexian She atau Nexian NX-G788

Nexian She atau Nexian NX-G788 hadir sebagai ponsel QWERTY keyboard berdesain swivel (putar) yang mungil dan anggun. Nexian She ditaburkan kristal-kristal Swarovski yang berkilau di tiga tombol pada sisi depan untuk menambah kesan elegan dan berkelas, cocok untuk memenuhi kebutuhan para wanita Indonesia. Nexian NX-G788 ponsel khusus wanita yang sangat modis ini, pantas dipertimbangkan untuk anda miliki.

Melihat beberapa spesifikasi, Nexian NX-G788 dilengkapi dengan fitur-fitur seperti kamera 2 Megapiksel, MP3 dan MP4 player, radio FM, sederet fasilitas online (Nexian Messenger, Facebook dan aplikasi chatting). Dukungan jaringan EDGE atau GPRS, browser WAP plus Opera Mini dan Bluetooth. Anda juga bisa menemui fitur BMI yang dapat membantu wanita untuk mengetahui berat badan yang ideal. Selain itu juga terdapat fitur pencatat menstruasi. Wow mantap!!

Nexian She NX-G788

Harga Nexian She atau Nexian NX-788

berkisar 1,29 juta dan sudah tersedia di pasar sejak hari ini.

Spesifikasi Nexian She NX-G788:

Dual GSM 900/1800Mhz

Layar LCD QVGA 2,2 inci

MP3 Player, FM Radio

GPRS/EDGE

Kamera 2 Megapiksel

Chatting (Nexian Messenger, YM, eBuddy, MSN, Facebook, Twitter)

Email Client

Voice/Audio Recorder

Bluetooth

Stereo Speaker

Handsfree/External Memory

Support Java MIDP 2.0 (srn)

Komentar …

persamaan

keduanya sama hendphone qwerty..

dan tentunya sama-sama bermerek NEXIan

sama-sama menyongsong handphone untuk akses jaringan sosial seperti Facebook, Twitterr n yang lainnya

perbedaan

kalo Nexian NX G381i tidah ada bluetootnya…tapi harganya jauh lebih murah karena memang pada pemasaran nya di gabung dengan promosalah satu ulangtahun Provider

Nexian NX G788 bertipe handphone slide…biasanya handphone yang bertipe itu rentang terhadap kabel fleksinya…kebayang dong klo udah rosak kabel flexinya…ya layarnya gk bakalan idup karena sering di puter-puter, terus klo di ganti tu kabel flexinya mahal eum…

referensi :

http://rizkythea.blogspot.com/2010/03/nexian-she-nx-g788-harga-spesifikasi.html

http://iwansulistyo.com/nexian-nx-g381i-handphone-terbaru

Posted in Pengatahuan Populer | Leave a Comment »

Tentang Helm

Posted by deden06sttg pada Mei 7, 2010

Ini mah sekedar aja iseng ikut ngetag Tentang Helm…biz q tu lagi pengen banget beli helm baru

Ya ni mah curhatnya ” q tu sering ke luar kota n pake helm yg nukan SNI otomatis donk kan sekarang lagi gembor2nya helm SNI klo helm nya bukan SNI katanya kena tilang..haduh..dari apda kena tilang kan mendingan duitnya dipake beli helm…ya kan…”

Ada ne helm yg sekarang q pengenin…tapi harganya bro..lumayan lah…klo standar pengajar gini mah susah bt nyari duit tu…tapi kan yang namanya pengen mah di usahain…moga aja kebeli…Amiiinnnn…

Ne speksifikasi helm yg q pengenin..sama gambarnya deh tu…

Enzo – Red Maroon Metallic

Helm openface terbaru dari INK di tahun 2010 ! Dilengkapi dengan “Inner Sun Visor” yang melindungi mata dari silau matahari. 

harga Rp. 335.000,-

      
Hayoo pilih pakai Helm SNI atau pilih ditilang?

Sejak tanggal 1 April yang lalu pemerintah memberlakukan Wajib Pakai Helm SNI. Bagi yang melanggar tentu akan kena sangsi. Berupa denda Rp 250.000. Tilang/denda berlaku mulai 11 April 2010. Karena tanggal 1-10 baru berupa sosialisai oleh para polisi ke pengguna motor.

Ciri-ciri helm SNI ber Standart Nasional Indonesia

– terdapat logo SNI asli
– logo terletak pada bagian belakang helm hingga samping kanan dan kiri
– logo tersebut tidak terbuat dari stiker/tinta cat
– logo SNI berupa cetak timbul alias embos
Kualifikasi spesifikasi helm standart SNI
Material helm:
Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 derajat Celsius sampai 55 derajat Celsius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya.
Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu
Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.

Konstruksi helm:
Helm harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu.
Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata.
Keliling lingkaran bagian dalam helm adalah sebagai berikut:
S (small) : antara 500 – kurang dari 540
M (medium) : antara 540 – kurang dari 580
L (large) : antara 580 – kurang dari 620
XL (xtra large) : Lebih dari 620
Tempurung terbuat dari bahan yang keras, sama tebal dan homogen kemampuannya, tidak menyatu dengan pelindung muka dan mata serta tidak boleh mempunyai penguatan setempat.
Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10 milimeter dan jaring helm atau konstruksi lain yang berfungsi seperti jaring helm.
Tali pengikat dagu lebarnya minimum 20 milimeter dan harus benar-benar berfungsi sebagai pengikat helm ketika dikenakan di kepala dan dilengkapi dengan penutup telinga dan tengkuk,
Tempurung tidak boleh ada tonjolan keluar yang tingginya melebihi 5 milimeter dari permukaan luar tempurung dan setiap tonjolan harus ditutupi dengan bahan lunak dan tidak boleh ada bagian tepi yang tajam,
Lebar sudut pandang sekeliling sekurang-kurangnya 105 derajat pada tiap sisi dan sudut pandang vertikal sekurang-kurangnya 30 derajat di atas dan 45 derajat di bawah bidang utama.
Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, tameng atau tutup dagu.
Memiliki daerah pelindung helm
Helm tidak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya.
Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan temperatur pada ruang antara kepala dan tempurung.
Setiap penonjolan ujung dari paku/keling harus berupa lengkungan dan tidak boleh menonjol lebih dari 2 mm dari permukaan luar tempurung.
Helm harus dapat dipertahankan di atas kepala pengguna dengan kuat melalui atau menggunakan tali dengan cara mengaitkan di bawah dagu atau melewati tali pemegang di bawah dagu yang dihubungkan dengan tempurung.
Merk-merk helm standart Indonesia SNI dan yang bukan
Ini lah merek-merek helm standart SNI. Yaitu NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, INK, KYT, MDS, BMC, HIU, dan JPN. Termasuk juga merek BESTI, CROSX, SMI, SHC, OTOKOGI, CABERG, HBC, dan Cargloss Helmet. Dan berikut ini yang bukan helm SNI Standart Nasional Indonesia. Yaitu Nolan, Arai, AGV, Shoei, Shark dan KCB.
Hennah, dari ciri-ciri, kualifikasi dan merek-merek tersebut diatas, sudahkah helm kita masuk Standart Nasional Indonesia (SNI). Kalao belum silahkan segera beli helm yang berstandart ya! pilih mana? beli helm standart atau di tilang 250 ribu tiap hari hehehe.

referensi :

http://www.ingateros.com/2010/04/wajib-helm-sni-ciri-kualifikasi-dan-cara-memilih-helm-sni.html

http://kafebiker.com/tips-memilih-helm

http://www.juraganhelm.com/product_info.php?manufacturers_id=39&products_id=578&osCsid=7832efb59eb75a49b918df3c13ddf8a4

Posted in Kegiatan Ku, Pengatahuan Populer | Leave a Comment »

Tugas Kemanan Sistem

Posted by deden06sttg pada Desember 21, 2009

Tugas 6

Keamanan Sistem

T. Informatika STT Garut

Materi 2 Secure Analysis

ne bagi rekan-rekan T.Inf’06 yang belum punya mentahan tugas nya…ku c’urang di upload keun…tah download tingga di klik cenah

Materi 2 Secure Analysis

Pembagian  Tugas:

No Absen Halaman Slide
1-5 3-8
6-10 9-14
11-15 15-20
16-20 21-26
21-25 27-32
26-30 33-38
31-35 39-44

Posted in Informatika | Leave a Comment »

Pengajuan Proposal Kerja Praktek

Posted by deden06sttg pada Oktober 6, 2009

ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (UA)

(Studi Kasus di PT. PLN  (Persero) Garut)

PROPOSAL

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Kerja Praktek

Oleh:

DEDEN RIZAL NOPAWIJAYA

NRP. 0606017

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

2009

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (UA)

(STUDI KASUS DI PT. PLN  (PERSERO) GARUT)

  1. 1. Latar Belakang Masalah

Dari tahun ketahun pengetahuan dan teknologi semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring  dengan berkembangnya teknologi tersebut, manusiapun terus berusahan untuk meningkatkan kreatifitas dan aktifitasnya. Dengan mengunakan alat yang begitu canggih yang disebut dengan teknologi komputer. Dengan kecanggihan teknologi pada abad ini pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh manusia dengan mudah dan semua bisa diatasi dengan bantuan komputer.

Di zaman sekarang ini manusia dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal ini tidak akan tercapai bila tidak didukung dengan adanya informasi yang memadai dan akurat, sebab informasi memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Perkembangan informasi yang sangat pesat ini didukung oleh suatu teknologi pendukung sistem informasi, yaitu IT (Information Technology) atau diartikan sebagai teknologi informasi. Perkembangan teknologi ini mampu mendobrak batas ruang dan waktu, artinya informasi bisa didapat oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja, sehingga perubahan informasi dapat berlangsung dengan sangat pesat.

Perkembangan teknologi dibidang informasi ini telah memasuki berbagai bidang, sehingga banyak perusahaan baik milik pemerintah maupun milik swasta yang berusaha untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Salah satunya adalah PT. PLN (Persero) Garut.

PT. PLN (Persero) Garut dimana salah satu fungsinya adalah memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat, namun dalam hal ini pelayanan yang diberikan masih memiliki kekurangan misalnya pelayanan pengolahan data pelanggan dimana data yang sudah diarsipkan sebelumnya hilang dan mengalami kerusakan pada saat data tersebut dibutuhkan, sehingga memperlambat waktu pelayanan.

Masyarakat sebagai salah satu komponen penting yang selalu menggunakan pelayanan dari PT. PLN (Persero) Garut dimana masyarakat selalu berharap mendapatkan sebuah pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu dalam mendukung peningkatan efisiensi kerja, waktu dan sumber daya manusia maka perlu dibangun suatu sistem informasi pelanggan PT. PLN (Persero) Garut agar nantinya diperoleh kemudahan dan kelancaran dalam memberikan pelayanan secara maksimal.

Dari sisi retail kegiatan dilaksanakan oleh Area Pelayanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi proses bisnis yang saling berkaitan. Model pelayanan yang dibangun adalah one stop service. Dari sisi wire kegiatan dilaksanakan oleh Area Jaringan dengan tujuan menjaga mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik. Dengan didukung oleh aplikasi sistem informasi yang berbasis teknologi mutakhir, menjadikan sistem pelayanan pelanggan PT. PLN (Persero) Garut menjadi lebih mudah, sehingga pelanggan dapat menikmati kemudahan-kemudahan proses pelayanan pelangan tersebut.

Salah satu layanan yang berbasis komputer yang terdapat di  PT. PLN (Persero) Garut adalah sistem informasi pengolahan data pendaftran pelanggan baru pada PT. PLN (Persero) Garut yang di lakukan secara langsung di PT. PLN (Persero) Garut.

Dalam menganalisis perangkat lunak atau sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah pendekatan klasik atau konvensional, pendekatan prosedural, dan pendekatan berorientasi objek.

Diantara semua pendekatan, pendekatan yang terbaru dan popular saat ini yaitu pendekatan berorientasi objek. Pendekatan ini merupakan suatu teknik yang memusatkan rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.

Kenyataannya, perancangan berorientasi objek sama seperti pendekatan lainnya memerlukan suatu pemodelan untuk menggambarkan sistem yang sedang ditinjau secara keseluruhan. Sistem yang besar dan sangat komplek memerlukan suatu teknik pemodelan dan visualisasi yang baik. Terdapat beberapa faktor berhasilnya suatu perancangan dan pengembangan sistem, salah satu faktor yang sangat penting adalah pemakaian bahasa pemodelan yang tepat.

Metode analisis yang berorientasi objek diantaranya Unified Approach (UA)  dari Ali Bahrami (1999). Unified Approach (UA) adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam Unified Approach (UA) merupakan proses-proses  terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson.  Tahap Analisis dalam Unified Approach (UA) ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.

Sehubungan dengan penjelasan di atas, penyusun tertarik untuk menggunakan Unified Modeling Language (UML) dalam menganalisis  sistem yang berorientasi objek ke dalam penelitian kerja praktek yang dilakukan di PT. PLN (Persero) Garut. Dalam penelitian ini penyusun mengambil judul “ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (STUDI KASUS DI PT. PLN  (PERSERO) GARUT)”.

2.      Identifikasi Masalah

Permasalahan yang ditemukan dalam sistem ini adalah :

  1. Apakah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut telah dapat mengakomodasi kebutuhan pengurus dalam bidang administrasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  2. Apakah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut telah dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam melakukan pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  1. 3. Tujuan penelitian

Melalui kegiatan analisis,  tujuan dari kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sistem informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut dapat melayani para calon pelanggan baru dengan baik dalam melakukan transaksi.

  1. 4. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Informasi yang diteliti adalah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  2. Menganalisis proses-proses yang terlibat dalam Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
  3. Pemodelan yang digunakan adalah Unified Modelling Languge (UML).
  4. Metode analisis yang digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek menggunakan dengan Unified Approach (UA).
  1. 5. Kerangka Pemikiran

Sebuah sistem informasi memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan sebuah organisasi. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan untuk menciptakan sebuah sistem informasi yang handal adalah dengan menganalisis setiap aktivitas bisnis dari sistem sampai didapatkan gambaran dari perilaku sistem. Dengan analisis yang baik, maka akan menghasilkan sebuah gambaran sistem yang jelas sebagai source untuk tahapan selanjutnya, seperti untuk tahapan desain sampai tahapan implementasi pada aktivitas rekayasa perangkat lunak.

Penerapan konsep pengembangan sistem konvensional yang pada saat ini masih banyak dipakai, dirasakan masih memiliki beberapa kelemahan. Salah satu faktor yang menyebabkan konsep pengembangan sistem ini dipandang kurang cocok adalah ketika diterapkan pada sistem yang memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Sehingga perilaku dari sistem yang akan dikembangkan/dirancang tidak sepenuhnya dapat mewakili dari aktivitas bisnis yang sebenarnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka penulis mencoba menerapkan konsep pengembangan sistem berorientasi objek untuk diterapkan pada Sistem Informasi Pengolahan Data Pelanggan Baru yang ada di PT. PLN (Persero) Garut. Konsep pengembangan sistem berorientasi objek ini diharapkan dapat menggambarkan dan mewakili dari aktivitas bisnis sistem yang sebenarnya.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar kerangka pemikiran dibawah:

Gambar 1. Kerangka pemikiran

  1. 6. Metodologi Penelitian

Metodologi pengumpulan data merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses analisis dan pengembangan sistem. Ada pun metode yang di gunakan pada penelitian kerja praktek ini adalah sebagai berikut :

5.1 Metode Pengumpulan Data :

  1. Teknik Wawancara

Melakukan tanya jawab secara langsung kepada staf pekerja ahli dalam bidang Teknologi Informasi (TI) di PT. PLN (Persero) Garut.

  1. Studi Dokumentasi

Mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau file-file yang  berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

  1. Observasi

Mengamati kinerja perusahaan, mempelajari bagaimana proses sistem informasi data yang sedang berjalan, sehingga peneliti bisa mengetahui sejauh mana kelancaran kinerja yang ada dan dapat mengetahui informasi-informasi apa saja yang dihasilkan dan informasi apa yang akan diidentifikasi.

  1. Studi Kepustakaan

Mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku yang berkaitan dengan masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitidadwan.

5.2  Metode Analisis

Metode analisis yang akan digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA)  dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses  terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson.  Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:

Gambar Tahap Analisis UA

Keterangan:

  • Identifikasi Aktor

Tahap menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem

  • Pengembangan  Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas

Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktifitas dan menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use case

  • Pengembangan Diagram Interaksi

Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain.

  • Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method

Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya.

  • Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya.

Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka  kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka tahap analisis selesai.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Amsyah,Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama: Jakarta,2000.
  2. Jogianto Hartono, ”Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Aplikasi Bisnis”, Ed.2.,Cet.1, Andi Yogyakarta, 1999.

Posted in Informatika, Karya Ilmiah | Leave a Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.